spot_img

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Belum Membaik

JAKARTA – Transparency International telah merilis Corruption Perception Index (Indeks Persepsi Korupsi/IPK) untuk tahun 2023. Hasilnya menunjukkan bahwa Indonesia tetap pada skor 34 poin seperti tahun sebelumnya, menempati peringkat 115 dari 180 negara yang disurvei.

Skor IPK Indonesia pada 2023 tidak menunjukkan peningkatan, setelah sebelumnya pada 2022 mengalami penurunan dari skor 38 pada 2021.

Sejak diluncurkan pada 1995, Indonesia selalu menjadi perhatian dalam pemantauan korupsi secara berkala.

Hasil CPI 2023 yang dirilis menyoroti bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam memerangi korupsi.

Dengan skor 34/100, Indonesia berada pada peringkat 115 dari 180 negara yang disurvei, skor ini tetap sama dengan hasil CPI tahun sebelumnya.

Indeks Persepsi Korupsi (IPK/CPI) dihitung oleh Transparency International menggunakan skala 0-100, dimana 0 menandakan tingkat korupsi tertinggi dan 100 menandakan tingkat kebersihan tertinggi.

Meskipun IPK tetap pada skor yang sama dengan tahun sebelumnya, stagnasi ini mencerminkan respons yang lambat terhadap praktik korupsi. Bahkan menunjukkan kecenderungan memburuk akibat kurangnya dukungan yang nyata dari para pemangku kepentingan.

Saatnya Berbenah

Dengan penurunan Indeks Persepsi Korupsi ini, TII merekomendasikan pemerintah, partai politik, dan penegak hukum lebih menjamin prinsip-prinsip antikorupsi dalam kehidupan politik serta dapat membangun sistem anti-korupsi yang lebih konsisten dalam kebijakan ekonomi.

Selain itu, Transparency International Indonesia menyerukan kepada Pemerintah, Parlemen, Badan Peradilan, dan seluruh elemen negara untuk menjamin kualitas demokrasi berjalan sesuai harapan.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles