Industri Tembakau, Muhammadiyah Tetap Kawal PP 109 Jadi Lebih Baik

JAKARTA – Semua data empiris di bidang pengendalian tembakau sepanjang tahun 2021, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, masih selalu menguntungkan industri rokok dan memanjakan perokok, termasuk perokok pemula.

Sektor kesehatan tetap diperhadapkan dengan dengan sektor pertanian, tenaga kerja, sehingga menghambat semua upaya perbaikan seperti Revisi UU No.32 Tahun 2002 ttg Penyiaran dan Revisi PP No. 109 Tahun 2012 ttg Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

“Tarik menarik ekonomi dan kesehatan, disinilah perlunya Muhammadiyah bersama yang lain mengawal PP 109 menjadi lebih baik, upaya ini harus terus konsisten diperjuangkan bersama,” ucap Agus Samsuddin selaku Ketua Majlis PKU PP Muhammadiyah kepada media, Rabu (29/12/2021).

Dirinya mengajak kepada khalayak mulai mengkampanyekan untuk tidak merokok kepada orang-orang terdekat khususnya dan kami percaya akan menjadi sebuah gerakan dengan impak yang masif.

“Tahun 2022 kami berharap kondisi akan semakin baik setidaknya covid akan berkurang tetapi kegiatan ekonomi akan selalu tinggi,” sambung Agus.

Di tempat yang sama, Rektor ITB, Mukhaer Pakkana menyebutkan cukai rendah sdm unggul akan terpukul.

“Apabila cukai dinaikkan tentu akan berimbas harga di pasaran, dan saat ini cukai rendah maka sdm unggul terpukul. Maka dengan harga yang murah kaum remaja akan mudah menjangkaunya sehingga pravelensinya tidak seperti yang diharapkan,” ucapnya.

Kegagalan menurunkan prevalensi perokok pemula (10-18 th) dalam periode RPJMN 2014-2019, dan target untuk menurunkan prevalensi perokok pemula pada periode RPJMN 2014-2019 menjadi 5,4% gagal.

Sementara pada periode RPJMN 2020-2024 dari 9,1% menjadik 8,7% diprediksi tak akan berhasil, bilamana kebijakan yang masih pro-industri dan memanjakan perokok tidak dirubah.

Agenda ini dihadiri secara hybrid dengan pembicara Ketua Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau, Ifdhal Kasim SH, Ketua Majlis PKU / MCCC PP Muhammadiyah, Dr. Agus Samsuddin.

Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Dr. Mukhaer Pakanna, Ketua PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Nashir Efendi, dan Indonesian Institute on Social Development (IISD), Ibu Dra. Tien Sapartinah, dengan dimoderatori oleh Ketua PP Muhammadiyah (2005-2010), Adviser IISD, Dr. Sudibyo Markus.