spot_img

Israel Ubah Taktik Perang

SETELAH aksi bombardemen selama 55 hari sejak 8 Oktober tahun lalu untuk melumpuhkan perlawanan kelompok Hamas, Palestina di Jalur Gaza, ribuan pasukan Israel kabarnya mulai ditarik, Senin (1/1).

Militer Israel (IDF) mengonfirmasi, penarikan ribuan pasukannya mengawali perubahan status operasi militer skala penuh menjadi operasi dengan intensitas rendah, sebaliknya, pihak Hamas dan pendukungnya, menganggap, Israel gagal menaklukkan mereka.

Sebanyak lima brigade atau 15 batalion (9.000 sampai 15.000 personil), menurut laporan IDF, ditarik dari garis depan di wilayah Jalur Gaza.

Sementara Jubir IDF Laksamana Muda Daniel Hagari, tidak menyebutkan apakah penarikan mundur pasukanya menandai perubahan taktik atau fase baru operasi militer Israel di Jalur Gaza.

“Target operasi militer IDF di Gaza memerlukan waktu cukup lama. Kami menyesuaikannya dengan kebutuhan, “ ujarnya, sementara para petinggi IDF sebelumnya memang merancang operasi militer intensitas rendah berbentuk operasi anti gerilya yang akan berlangsung sepanjang 2024 difokuskan di kantong-kantong perlawanan Hamas.

Sebelumnya PM Israel Benjamin Netanyahu di berbagai kesempatan bersumpah meneruskan operasi militer sampai kekuatan Hamas lumpuh total dan sampai seluruh sandera dibebaskan oleh Hamas.

Perseteruan antara Hamas yang merupakan aksi militer Palestina puluhan tahun memuncak akibat serangan ribuan roket dan penyusupan anggota Hamas ke wilayah Israel dan penyanderaan240 warga sipil pada 7 Okt. 2023.

Israel pun membalas dengan serangan yang jauh lebih brutal dengan membombardir wilayah pemukiman, rumah sakit dan bangunan sipil lainnya di Gaza Utara dengan dalih, Hamas berlindung di terowongan-terowongan bawah tanah yang berada di bawah bangunan tersebut.

Akibatnya, diperkirakan sampai 3 Januari, 22.000 anggota Hamas  bercampur dengan warga sipil, lebih separuhnya perempuan dan anak-anak tewas, puluhan ribu luka-luka dan 1,2 juta mengungsi dan ribuan kehilangan tempat berteduh.

Ke depannya, pihak Hamas tentu juga akan mengubah taktiknya dari pertempuran frontal melawan kekuatan militer Israel dengan operasi klandestin, “hit and run”  yang bakal menguras energi dan juga angggaran negara Yahudi itu. (AP/ns)

 

 

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles