Keistimewaan Puasa Tarwiyah dan Arafah yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Puasa qadha Ramadan di bulan Syakban bisa sekaligus diniatkan sebagai puasa sunah Syakban. (Foto: istockphoto)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan paling mulia dalam Islam, dan pada 10 hari pertama bulan ini, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh karena dinilai sangat dicintai Allah SWT.

Di antara amalan sunnah yang dianjurkan adalah Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah.

Puasa Tarwiyah berkaitan dengan persiapan jamaah haji menuju Arafah. Meski hadis mengenai puasa ini masih diperselisihkan sebagian ulama, banyak yang tetap menganjurkannya sebagai amalan baik di awal Dzulhijjah.

Puasa ini dinilai dapat melatih kesabaran, pengendalian diri, serta meningkatkan ketakwaan.

Sementara itu, Puasa Arafah memiliki keistimewaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat Muslim.

Rasulullah SAW menyebut puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi orang yang menjalankannya dengan ikhlas.

Hari Arafah sendiri menjadi momen penting bagi jamaah haji yang melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Bagi umat Islam yang tidak berhaji, dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa, doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, hingga bersedekah.

Selain menjadi sarana pengampunan dosa, puasa sunnah di bulan Dzulhijjah juga diyakini dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menghadirkan ketenangan batin dalam beribadah.

Momentum Puasa Tarwiyah dan Arafah pun diharapkan tidak dilewatkan umat Muslim sebagai kesempatan memperbanyak amal saleh dan meraih keberkahan menjelang Hari Raya Iduladha.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here