Kesetiaan Tanpa Batas: Molly, Si Border Collie yang Tunggu Pemiliknya di Belantara Selandia Baru

Seekor anjing border collie setia menunggu di tempat majikannya terjatuh di tengah hutan Selandia Baru 7 hari. (Foto: theguardian)

Jakarta, KBKNews.id – Di balik jajaran batuan tajam dan kabut dingin Lembah Arahura, Selandia Baru, sebuah titik hitam-putih tampak bergeming. Selama tujuh hari penuh, Molly, seekor anjing jenis border collie, menolak beranjak dari lokasi jatuhnya sang pemilik, Jessica Johnston. Penantian setianya berakhir manis pada Selasa (31/3/2026) lalu, saat sebuah misi penyelamatan sukarela berhasil membawanya pulang ke pelukan Jessica.

Kisah dramatis ini bermula pada 24 Maret 2026, ketika Jessica tergelincir dan jatuh dari ketinggian 55 meter saat sedang mendaki di kawasan Campbell Range. Jessica yang terluka parah berhasil dievakuasi menggunakan helikopter darurat, namun di tengah kekacauan tersebut, Molly menghilang. Medan yang liar, basah, dan sangat terpencil membuat harapan untuk menemukan Molly hidup-hidup dianggap hampir mustahil.

Keajaiban dari “Firasat” dan Kebaikan Orang Asing

Meski secara resmi tidak ada anggaran pemerintah untuk pencarian hewan yang hilang di alam liar, Lillian Newton dari Precision Helicopters menolak untuk menyerah. Berbekal firasat kuat Molly masih bertahan, bisnis keluarga kecil ini meminta izin Jessica untuk menggalang dana dari publik.

Hasilnya luar biasa. Dalam waktu kurang dari delapan jam, masyarakat Selandia Baru menyumbangkan dana sebesar 11.500 dolar (sekitar Rp110 juta), melampaui target awal sebesar 2.400 dolar. Dana ini digunakan untuk menyewa helikopter dan mengerahkan tim profesional yang terdiri atas mantan pilot penyelamat.

“Seseorang memberi tahu saya, menemukan Molly akan sesulit memenangkan lotre. Jadi, saat melihat semua ini membuahkan hasil, rasanya sungguh luar biasa,” ujar Lillian Newton dengan penuh haru.

Misi Penyelamatan yang Emosional

Tim penyelamat bergerak cepat. Georgia, seorang relawan, membawa peralatan pencitraan termal dari Christchurch. Wayne, seorang kru helikopter, bahkan membawa anjing Jack Russell miliknya yang bernama Bingo sebagai “pendukung emosional” agar Molly tidak ketakutan saat didekati. Helikopter diterbangkan oleh ayah Lillian, Matt, seorang mantan pilot penyelamat berpengalaman.

Tim langsung menuju lokasi jatuhnya Jessica. Benar saja, Molly ditemukan sedang duduk di kaki air terjun, dikelilingi batu berlumut yang licin. Diduga kuat, Molly menghabiskan waktu seminggu itu dengan perlahan menuruni tebing demi mendekati titik terakhir di mana ia melihat pemiliknya.

Matt bermanuver rendah sementara Wayne turun untuk menjemput Molly. Bermodalkan potongan sosis sebagai “sogokan”, Wayne berhasil menggendong Molly masuk ke dalam kabin helikopter. Dalam rekaman video yang viral, Molly tampak tenang di bawah dekapan Wayne, berdampingan dengan Bingo.

Pemulihan di Rumah

Bagi Jessica, kembalinya Molly adalah obat terbaik. Saat ini ia tengah menjalani pemulihan akibat luka memar di sekujur tubuh dan cedera pada siku. Namun, beban mental akibat kehilangan Molly kini telah sirna.

“Minggu ini sungguh sangat berat, tapi dengan kembalinya kami berdua ke rumah, petualangan ini bisa saya tambahkan ke dalam daftar kenangan. Sebuah perjalanan luar biasa sebelum hidup kami sempat jungkir balik,” tulis Jessica dalam unggahannya di media sosial.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here