spot_img

Kiat Terhindar dari Jeratan Pinjol dan Investasi Bodong

JAKARTA – Praktik pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong kian marak. Di era digitalisasi ini, beberapa pihak mempromosikan paket investasi melalui media sosial seperti Facebook dan Telegram. Namun, banyak di antaranya ternyata merupakan penipuan atau ilegal.

Meskipun telah banyak laporan tentang penipuan semacam itu, masih banyak masyarakat yang terjebak dalam praktik ilegal ini.

Halimatus Sa’diyah, Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, memberikan saran untuk menghindari jeratan modus penawaran pinjol ilegal dan investasi bodong.

“Selalu ingat 2L, 2L ini yang pertama adalah L-nya legal kemudian logis,” kata Halimatus dalam diskusi daring dilansir dari Antara.

Dia menekankan pentingnya memastikan bahwa Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang digunakan memiliki legalitas yang jelas dan telah terdaftar serta diawasi oleh OJK.

Untuk memastikan keaslian status tersebut, masyarakat dapat meminta informasi melalui pusat panggilan OJK di nomor 157 atau menghubungi kontak WhatsApp di nomor 081157157157.

Dia menambahkan, PUJK yang resmi terdaftar dan diawasi OJK dipastikan memiliki layanan pengaduan konsumen. Selain mengecek legalitas, pastikan penawaran layanan keuangan yang ditawarkan PUJK bersifat logis atau masuk akal.

“Kalau kemarin investasi bodong yang banyak ini menjanjikan return yang sangat tinggi. Hari ini simpan Rp1 juta, bulan depan uangnya Rp2 juta. Ini, kan, tidak logis sebenarnya,” ujarnya.

Untuk memastikan investasi yang ditawarkan masuk akal, bandingkan keuntungan yang diterima dengan suku bunga deposito.

“Kalau investasi yang legal itu biasanya sedikit di atas suku bunga deposito,” ucapnya.

Halimatus mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan dari PUJK yang resmi serta terdaftar di OJK karena platform layanan tersebut telah memenuhi syarat keamanan layanan yang berlaku sehingga lebih terpercaya.

“Kalau sudah berizin dan terdaftar OJK insyaallah aturan-aturan itu kan harus dipenuhi sebelum mereka mendapatkan izin,” pungkas Halimatus.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles