spot_img

LAZ dan BAZ Harus Bergandengan

BANDUNG—Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat pemurah dan dermawan. Dalam berbagai penelitian diketahui, hampir 96 persen muslim di Indonesia pernah memberikan sedekah kepada orang lain, baik per orangan maupun melalui lembaga. Tak ayal, dalam risetnya, BAZNAS dan FEM-IPB pernah merilis, potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 217 trilyun.

“Sayangnya, meski setiap tahun penghimpunan zakat mengalami peningkatan yang signifikan antara 20-30 % per tahun, perolehannya masih jauh dari harapan dan potensi yang tersedia,” ungkap Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari di sela-sela Munas FOZ, Rabu (7/5/20215).

Mantan Wakil Ketua MPR ini pesimis, potensi yang besar ini tidak akan terealisasikan jika tidak disertai semangat dan komitmen yang tinggi serta sinergi dari semua pihak, khususnya organisasi pengelola zakat (baik LAZ maupun BAZ), maupun pengambil kebijakan, dunia usaha, dan masyarakat secara umum.

Ia menguraikan, dalam lima tahun terakhir geliat pertumbuhan ekonomi kelas menengah muslim baru di Indonesia cukup menggembirakan. Yang lebih menggembirakan lagi, pertumbuhan kelas menengah itu diiringi juga dengan tingkat religiusitas yang meningkat. “Konsumen kelas menengah muslim semakin kaya dan ternyata semakin giat bersedekah dan membayar zakat,” paparnya.

Peluang inilah yang semestinya diambil dan dimainkan oleh organisasi pengelola zakat, baik LAZ yang diinisiasi oleh masyarakat maupun BAZ yang dibentuk pemerintah. LAZ dan BAZ harus bergandengan bersama menyebarkan syiar zakat dan berbagai bentuk kedermawanan. “Sekaligus bersinergi dalam pendayagunaan zakat dengan penuh riang gembira,” tukasnya.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles