Lebih dari 1.300 Anak dan Warga Sipil Iran Dilaporkan Tewas akibat Serangan AS–Israel

JAKARTA, KBKNEWS.id – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyatakan bahwa serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah menimbulkan korban jiwa besar di kalangan warga sipil.

Sejak dimulainya serangan pada Sabtu, 28 Februari 2026 yang bertepatan dengan 10 Ramadan 1447 Hijriah, lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil dilaporkan tewas.

Dalam pernyataan tertulis Kedutaan Iran, serangan juga menyebabkan kerusakan luas pada berbagai fasilitas sipil. Sedikitnya 9.669 target sipil dilaporkan hancur, termasuk 7.943 rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis serta farmasi, dan 65 sekolah maupun fasilitas pendidikan.

Selain itu, sejumlah bangunan milik Perhimpunan Bulan Sabit Merah serta infrastruktur penyediaan energi juga dilaporkan terdampak.

Iran juga menyoroti serangan terhadap kapal perang Iran “Dena” di perairan internasional, lebih dari 2.000 mil laut dari pantai Iran. Kapal tersebut dilaporkan sedang melakukan perjalanan menuju India untuk mengikuti program pelatihan atas undangan resmi Angkatan Laut India.

Dalam insiden itu, sebanyak 104 awak kapal dilaporkan tewas.
Menurut pernyataan tersebut, kapal yang tidak sedang terlibat operasi tempur itu diserang tanpa peringatan ketika berada di perairan internasional.

Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional serta ancaman terhadap keamanan pelayaran global.

Selain itu, serangan juga dilaporkan menyasar sejumlah infrastruktur vital Iran, termasuk bandara sipil, pesawat penumpang, serta fasilitas penyulingan air laut di Pulau Qeshm.

Pemerintah Iran menyatakan serangan terhadap warga sipil dan fasilitas non-militer tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional dan menegaskan memiliki hak untuk mempertahankan integritas wilayahnya sesuai Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here