Operasi Pencarian Longsor Cilacap Resmi Ditutup, Keluarga Dua Korban Tak Ditemukan Ikhlas

JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Basarnas resmi mengakhiri operasi pencarian korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, pada Sabtu (22/11).

Penutupan dilakukan setelah keluarga dua korban yang belum ditemukan menyatakan ikhlas dan menyetujui penghentian operasi.

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman mengatakan operasi dihentikan pada pukul 16.00 WIB setelah upaya pencarian selama 10 hari. Tim gabungan sebelumnya mengerahkan alat berat, penggalian manual, serta pemetaan area longsoran.

Dua korban yang belum ditemukan adalah Maysarah Salsabila (14) dan Vani Hayati Lanjarsari (12). Pemerintah dan keluarga melakukan tabur bunga di dua lokasi untuk menandai berakhirnya operasi.

Syamsul menyampaikan belasungkawa dan memastikan pemerintah kini fokus pada penanganan pascabencana. Sekitar 240 unit hunian sementara disiapkan di lahan 3,9 hektare yang disediakan Pemkab dan BNPB.

Pembangunan awal ditargetkan dimulai bulan ini, dengan desain “rumah bertumbuh” yang nantinya menjadi lokasi hunian tetap.

PVMBG dijadwalkan melakukan asesmen geologi untuk menentukan zona yang harus direlokasi sebelum pembangunan final ditetapkan. Sedikitnya 16 rumah terdampak menjadi prioritas relokasi.

Kepala Kantor SAR Cilacap Muhammad Abdullah, sebagaimana dilansir Antara, menyampaikan permohonan maaf karena dua korban belum ditemukan dan mengapresiasi seluruh unsur SAR, Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta pemerintah daerah yang terlibat dalam operasi.

Longsor yang terjadi 13 November lalu menimbun puluhan rumah di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut. Hingga operasi ditutup, total korban meninggal mencapai 21 orang, sementara dua lainnya tetap belum ditemukan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here