spot_img

Petugas Pemilu 2024 yang Meninggal Bertambah Jadi 94 Orang, Ini Rinciannya

JAKARTA – Kementerian Kesehatan merilis sebanyak 94 petugas pemilu dari berbagai kelompok, seperti Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Perlindungan Masyarakat (Linmas), dan saksi, meninggal dunia per 20 Februari 2024.

Menurut data yang dirilis Rabu (22/2/2024), angka kematian tersebut melibatkan 51 anggota KPPS, 18 anggota Linmas, sembilan saksi, delapan petugas, enam anggota Badan Pengawas Pemilu, dan dua anggota Panitia Pemungutan Suara.

Penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi (24), diikuti oleh kecelakaan (9), hipertensi (9), dan gangguan pernapasan akut (7). Lainnya termasuk penyakit serebrovaskular, syok septik, diabetes melitus, kematian jantung mendadak, kegagalan multiorgan, serta beberapa penyakit lainnya.

Penyebab kematian 21 orang masih dalam proses konfirmasi. Rentang usia korban meliputi di atas 60 tahun, 51-60 tahun, 41-50 tahun, 31-40 tahun, 21-30 tahun, dan 17-20 tahun. Daerah dengan jumlah kematian tertinggi adalah Jawa Barat (24), Jawa Timur (19), Jawa Tengah (15), dan DKI Jakarta (9).

Selain itu, terdapat 13.675 petugas pemilu yang sedang dirawat, dengan mayoritas dari KPPS (6.963 orang), petugas (1.676 orang), dan PPS (1.583 orang). Pasien terbanyak berusia 21-30 tahun, diikuti oleh 41-50 tahun, 31-40 tahun, 51-60 tahun, 17-20 tahun, dan di atas 60 tahun.

Mereka dirawat karena berbagai penyakit seperti penyakit pada kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari, hipertensi, infeksi saluran pernafasan bagian atas, gangguan jaringan lunak, radang paru-paru, infeksi usus, dan penyakit telinga bagian dalam.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa pada Kamis (15/2/2024), sekitar 15 persen dari petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) berusia di atas 55 tahun.

“Masih ada sekitar 15 persen petugas yang berusia lebih dari 55 tahun dikarenakan memang terbatasnya yang berkenan menjadi petugas. Selain itu, masih ada yang memiliki penyakit komorbid, tetapi tidak terkontrol,” tuturnya.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles