BRUSSELS –Â Uni Eropa telah meyakinkan Presiden Mahmoud Abbas bahwa blok yang terdiri dari 28 negara tersebut mendukung upaya Palestina untuk menjadikan Yerusalem sebagai ibukota negara mereka di masa depan.
Dalam sebuah pertemuan dengan Abbas di markas besar Uni Eropa di Brussels pada hari Senin, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini menolak keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel.
“Saya ingin meyakinkan Presiden Abbas tentang komitmen tegas Uni Eropa terhadap solusi dua negara yang disebut [Jerusalem] sebagai ibukota bersama kedua negara bagian tersebut,” media mengutip Mogherini.
Mogherini juga meminta mereka yang terlibat dalam proses berbicara dan bertindak dengan bijak, dengan rasa tanggung jawab.
Sebelum kedatangan Abbas, dia lebih blak-blakan, mengatakan: “Jelas ada masalah dengan Yerusalem [al-Quds]. Itu adalah sebuah eufemisme yang sangat diplomatis.” ujarnya, dikutip Press TV.
Deputi Menteri Luar Negeri Jerman Michael Roth mengatakan bahwa keputusan Trump telah membuat perdamaian antara Palestina dan Israel lebih alot.
Sebelumnya diberitakan Presiden Palestina, mendesak pemerintah Uni Eropa untuk segera mengakui sebuah negara Palestina. “Kami ingin melanjutkan jalan negosiasi,” kata Abbas, menambahkan, “Kami bertekad untuk menyatukan kembali orang dan tanah kami.” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan Presiden Palestina, mendesak pemerintah Uni Eropa untuk segera mengakui sebuah negara Palestina. “Kami ingin melanjutkan jalan negosiasi,” kata Abbas, menambahkan, “Kami bertekad untuk menyatukan kembali orang dan tanah kami.” tegasnya.





