Vaksin Campak di Sudan Selatan Tidak Steril, 15 Anak Tewas

Ilustrasi warga Sudan antere berobat akibat Malaria. Foto: al Jazeera.

SUDAN SELATAN – Sedikitnya 15 anak meninggal di pedesaan Sudan Selatan dalam kampanye vaksinasi campak yang gagal, dan Kementerian kesehatan Sudan Selatan pada hari Jumat (2/6/2017) menyalahkan kematian atas kesalahan manusia.

Petugas kesehatan yang memvaksinasi anak-anak terhadap campak menggunakan jarum suntik yang sama tanpa mensterilkannya, dan gagal untuk menyimpan vaksin dengan benar, menurut laporan tersebut.

Riek Gai Kok, menteri kesehatan Sudan Selatan, mengatakan bahwa kematian tersebut terjadi di desa Nacholdokopele di negara bagian Khatulistiwa Timur, di mana sekitar 300 anak-anak berusia di atas lima tahun divaksinasi dari tanggal 2 sampai 5 Mei.

“Tim yang memvaksinasi anak-anak dalam peristiwa tragis ini tidak memenuhi syarat dan tidak terlatih untuk kampanye imunisasi,” kata Kok.

Sebuah penyelidikan yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan UNICEF menemukan bahwa kematian tersebut disebabkan oleh toksisitas parah akibat pemberian vaksin yang terkontaminasi.

Tim vaksinasi yang tidak terlatih menggunakan jarum suntik tunggal untuk beberapa botol vaksin selama empat hari kampanye keseluruhan, dan menyimpan vaksin di gedung tanpa fasilitas penyimpanan dingin yang memadai.

Tiga puluh dua anak lainnya menderita gejala demam, muntah dan diare tapi akhirnya sembuh, menurut pernyataan tersebut. Tim vaksinasi lokal telah dilatih oleh mitra pembangunan, termasuk WHO.

Vaksin tersebut dipasok oleh UNICEF, badan PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan pembangunan kepada anak-anak dan ibu di negara-negara berkembang.

“Kita harus melihat mengapa pelatihan tersebut tidak disampaikan ke tim di lapangan,” kata Tarik Jasarevic, juru bicara WHO, di Jenewa, dilansir Al Jazeera.