109 Anggota Pasukan AS Alami Cedera Otak akibat Serangan Rudal Iran

Ilustrasi Salah satu rudal Iran yang jatuh di pangkalan AS di Irak/ GETTY
IRAN – Militer Amerika Serikat pada Senin (10/2/2020) mengungkapkan jumlah korban cedera otak dari serangan rudal Iran naik  50 persen menjadi lebih dari 100.

Tidak ada tentara AS yang terbunuh atau mengalami cedera tubuh  ketika Iran menembakkan rudal ke pangkalan Ain al-Assad di Irak sebagai balasan atas pembunuhan AS terhadap komandan Iran Qassem Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak di bandara Baghdad pada 3 Januari.

Kantor Berita Reuters pertama kali melaporkan pada hari Senin bahwa ada lebih dari 100 kasus TBI, naik dari 64 kasus yang dilaporkan bulan lalu.

Pentagon, dalam sebuah pernyataan, mengkonfirmasi bahwa sejauh ini 109 anggota layanan AS telah didiagnosis dengan cedera otak traumatis ringan. Ia menambahkan bahwa 76 dari mereka telah kembali bertugas.

Jenderal Angkatan Darat Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan bulan lalu bahwa anggota layanan yang menderita cedera otak traumatis telah didiagnosis dengan kasus-kasus ringan. Dia menambahkan bahwa diagnosis dapat berubah seiring waktu.

Gejala cedera concussive termasuk sakit kepala, pusing, sensitivitas terhadap cahaya dan mual.

Advertisement