TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan surat keterangan tanggap darurat bencana kekeringan di Kabupaten Tasikmalaya, Senin (13/8/2018).
Peringatan tersebut dikeluarkan seiring semakin meluasnya daerah terdampak kekeringan di Kabupaten Tasikmalaya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya hingga Minggu (12/8/2018), sebanyak 115 desa di 26 kecamatan telah resmi melaporkan terdampak bencana kekeringan. Dari 115 desa tersebut, sebanyak 83.090 jiwa atau 26.189 keluarga terdampak kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Ria Supriatna mengatakan, jumlah tersebut masih bisa bertambah. Pasalnya berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, puncak kekeringan akan terjadi hingga akhir September.
“SK tanggap darurat kemungkinan baru ditandatangani Senin. Tanggap darurat perlu dilakukan karena dari 39 kecamatan, hampir separuhnya terdampak kekeringan. Setengah di antaranya resmi melaporkan melalui surat,” ujar Ria.
Menurut Ria hingga kini belum semua wilayah terdampak bencana kekeringan sudah mendapatkan bantuan air. Dari data sementara, pemberian bantuan air bersih baru terpusat di 7 kecamatan. Perinciannya, ke Kecamatan Cisayong dua tangki, Kecamatan Cikatomas dua tangki, Kecamatan Cipatujah 2 tangki, Kecamatan Manonjaya 2 tangki, Kecamatan Karangjaya 1 tangki, Kecamatan Sukaraja 1 tangki, Kecamatan Karangnunggal 1 tangki, dan Kecamatan Cibalong 1 tangki.
“Satu tangki dirata-ratakan isinya 4000 liter, saat ini sudah ada lima armada yang kita gunakan, dua kendaraan milik BPBD, satu milik Dinsos, satu milik PDAM, dan kami masih tunggu bantuan dari BPBD Provinsi Jabar, ” ucap Ria.
Menurut Ria, saat ini kendala pendistribusian air bersih salah satunya masalah sumber air. Satu-satunya sumber air bersih yang digunakan baik di Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya adalah mata air PDAM Cisayong. Sementara jarak pengiriman air bersih di Kabupaten Tasikmalaya sangat luas.
“ Misalnya ya kita mau kirim ke Cikatomas, kalau airnya kurang tidak mungkin kita kembali ke Cisayong karena jaraknya jauh, “ ucap Ria, dilansir PR.





