
MYANMAR – NGO pengawas tahanan politik di Myanmar menyampaikan sedikitnya 126 orang sejak kudeta militer 1 Februari lalu.
Asosiasi Pendamping untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan hingga Minggu, 14 Maret, total 2.156 orang telah ditangkap, didakwa atau dijatuhi hukuman sehubungan dengan kudeta militer.
“Di Hlaing Thar Yar, Yangon, banyak orang yang terbunuh dan terluka oleh sejumlah besar pasukan junta dan menjadi seperti medan pertempuran,” ujar AAPP dalam pernyataannya di Myanmar pada Senin, dilaporkan Anadolu.
Sementara itu, militer melakukan tindakan brutal dengan peluru karet, gas air mata, dan granat suara terhadap demonstran di Kota Insein dan Sanchaung di wilayah Yangon, Myitkyina di Negara Bagian Kachin dan Taunggyi di Negara Bagian Shan.
“Pelaku melakukan pembakaran itu sehingga seolah-olah yang membakar adalah publik. Padahal kebakaran tersebut berhasil dipadamkan oleh masyarakat,” terang AAPP.



