Euforia Pasca Vaksinasi

Presiden Jokowi mencanangkan program vaksinasi nasional 13 Januari lalu. Setelah divaksin, warga diminta tetap menaati protokol kesehatan, karena sudah divaksin bukan berarti aman sepenuhnya dari Covid-19.

VAKSINASI di Indonesia selain masih jauh untuk menjangkau dua pertiga atau 181,5 juta penduduk Indonesia demi terciptanya “herd immunity”, juga bukan segala-galanya untuk membasmi Covid-19.

“Setelah divaksin, bukan berarti orang sepenuhnya kebal terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, “ kata Kabid Komunikasi Publik Satgas  Covid-19 Hery Trianto dalam dialog di TV (25/3).

Lagi pula, ujarnya, sampai hari ini baru sekitar enam juta orang yang divaksin dari target 181,5 juta orang yang bisa diharapkan tercapai dalam waktu setahun dengan asumsi, vaksinasi menjangkau rata-rata satu juta orang per hari.

Sementara epidemiolog Universitas Indonesia Yunis Tri Miko Wahono mengemukakan, program vaksinasi baru kelihatan dampak positifnya jika sudah sekitar 50 sampai 100 juta orang menerimanya.

Mengenai angka kematian pasien akibat Covid-19, menurut dia, walau trennya menurun akhir-akhir ini, masih di atas rata-rata kematian global yakni di atas dua persen.

Ia juga mengingatkan masih rendahnya tingkat pelacakan (tracing) kontak erat dengan korban terpapar Covid-19 yakni antara 1 : 4 sampai sampai 10 orang, dibandingkan angka idealnya 1 : 30.

Selain itu, kasus nakes terpapar Covid-19 setelah divaksin juga dilaporkan oleh tim peneliti School of Medicine, University of California San Diego (UCSD) dan the David Geffen School of Medicine, University of California Los Angeles yang diberitakan the New England Journal of Medicine (23/3).

Dari 36.659 orang yang mendapat suntikan pertama dan 28.184 orang yang mendapatkan suntikan kedua, 379 orang positif Covid-19 sehari setelah menerima dosis pertama vaksinasi dan 71 orang setelah divaksinasi dosis kedua.

Sebagai catatan, para nakes tersebut menerima vaksin Pfizer-BioNTech (AS dan Jerman) dan Moderna (AS) berbasis atau menggunakan platform messenger ribonucleid acid (mRNA) dalam proses pembuatannya.

Para peneliti di kedua fakultas kedokteran tersebut memperkirakan, risiko absoult hasil tes positif SARS-CoV2 setelah vaksinasi 1,19 persen bagi nakes UCSD dan 0,97 persen di UCLA.

Seperti di bagian dunia lainnya, angka rata-rata penyebaran Covid-19 cenderung turun sejak sekitar pertengahan Februari lalu dimana sebelumnya angka pertambahan kasus harian di atas 11.000 kasus, bahkan tertinggi pada 30 Januari sebanyak 14.518 kasus.

Setelah dua pekan pertama Februari, pertambahan kasus harian Covid-19 rata-rata di bawah 10.000 kasus. Contohnya, pada 24 Maret tercatat 5.227 kasus.

Sementara Ketua Tim Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban menyatakan optimistis, awal 2021 nanti pandemi Covid-19 bisa ditekan menjadi endemik dan ke depannya bisa diturunkan lagi menjadi skala musiman (sporadis).

Namun demikian, ia juga risau jika terjadi pelonggaran prokes Covid-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri pertengahan Mei nanti saat terjadi arus mudik dan arus balik warga serta pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai dilakukan Juli nanti.

Tetap disiplin patuhi prokes 3M walau sudah menerima vaksin!

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement