BANTEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, memetakan 14 kecamatan di daerah itu masuk kategori rawan kekeringan.
Kepala BPBD Lebak Kaprawi mengatakan jika daerah rawan kekeringan tersebut juga dapat menyebabkan krisis air bersih. Pihaknya Senin (7/8/2017) kemarin menerima laporan kekeringan melanda Desa Muhara Kecamatan Wanasalam.
Sementara disebutkannya ke-14 daerah rawan kekeringan itu tersebar di Kecamatan Maja, Curugbitung, Cipanas,Bayah dan Sajira. Begitu juga Kecamatan Cibadak, Cimarga, Leuwidamar, Cirinten, Banjarsari, Warungunung, Malingping, Wanasalam Cihara dan Cilograng.
Dilansir Antara, Kaprawi menambahkan jika BPBD belum menetapkan tanggap darurat kekeringan karena baru diterima laporan hanya dialami warga Desa Muhara Kecamatan Wanasalam.
Saat ini, aparat kecamatan dan PDAM setempat sudah mengatasi kekeringan di desa tersebut dengan menyalurkan pasokan air besih. Namun, jika kekeringan itu berkepanjangan maka diambilalih oleh BPBD Kabupaten Lebak.
BPBD mempersiapkan penanganan kekeringan itu dengan menyiapkan sebanyak empat unit kendaraan tangki dengan kapasitas 6.000 liter per truk.
Selain itu juga truk bantuan dari BPBD Provinsi serta CSR dari berbagai perusahaan BUMN dan swasta.





