14 Orang Tewas, Anggota Staf Kamp Rusia Ditahan

Ilustrasi

RUSIA – Tragedi tenggelamnya perahu yang menewaskan sedikitnya 14 anak peserta kamp musim panas di Rusia barat laut, Minggu (19/6), mendorong Rusia melakukan penyelidikan terkait insiden ini.

Diberitakan VOA, menurut Juru bicara kepala badan investigasi Rusia, Vladimir MarkinIa empat anggota staf kamp, serta dua orang dewasa yang diduga mengorganisir perjalanan berperahu itu telah ditahan untuk diinterogasi.

Mereka dinilai melanggar peringatan yang telah disampaikan sebelumnya. Seperti diungkapkan anggota parlemen daerah Kerlia, Alexei Gavrilov, yang memberitahukan stasiun televisi Rossiya 24 bahwa dalam beberapa hari terakhir telah diumumkan berulang kali peringatan badai Atlantik, dan juga peringatan kepada para pelaut untuk menjauh dari wilayah danau seluas 270 kilometer persegi.

Para pakar setempat juga mengatakan danau tersebut bisa sangat berbahaya untuk diarungi dalam situasi angin kencang, dan bahkan para nelayan lokal yang berpengalaman telah menghindari perairan selama akhir pekan.

“Itu namanya bunuh diri, jika membiarkan kelompok itu pergi berperahu dalam kondisi tersebut,” kata Direktur perusahaan wisata lokal dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi.

Sementara itu, pembela hak anak-anak Pavel Astakhov, mengatakan bahwa anak-anak yang sebagian besar berasal dari Moskow itu tampaknya tidak memakai jaket pelampung.

Namun, laporan berbeda dari kantor berita Interfax mengutip seorang pejabat setempat yang mengatakan semua korban tewas dan selamat mengenakan jaket pelampung.

Advertisement