JAKARTA – Hingga triwulan ketiga tahun 2016, jumlah warga di Jakarta yang diduga menderita tuberkulosis sebanyak 49.791 orang dan 17.145 di antaranya terkonfirmasi tuberkulosis.
dengan angka yang tinggi, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Koesmedi Priharto SpOT menjelaskan pentingnya pengendalian penyakit menular tertinggi kedua di dunia ini setelah HIV.
“Karena itu pentingnya kerja keras untuk mengendalikan penyakit ini dari berbagai pihak. Salah satunya pada Puskesmas untuk memperkuat dan mempermudah pelayanan tuberkulosis kepada masyarakat,” papar Koesmedi dalam acara Edukasi Tuberkulosis Di Transportasi Publik, di Jakarta, Rabu (7/12/2016).
Diketahui Tuberkolosis atau yang biasa disebut TB merupakan penyakit menular yang menyebabkan masalah kesehatan terbesar kedua di dunia setelah HIV. Umumnya penyakit ini menyerang paru-paru dengan gejala utama berupa batuk berdahak yang berlangsung selama lebih dari 21 hari.
Pada sebagian kasus, terkadang batuk juga dapat mengeluarkan darah. Selain batuk, pengidap tuberkulosis biasanya juga akan kehilangan nafsu makan sehingga mengalami penurunan berat badan yang disertai demam dan kelelahan.
Sementara untuk penyebabnya tuberkulosis dipicu oleh adanya bakteri yang menyebar di udara melalui semburan air liur dari batuk atau bersin pengidap tuberkulosis. Nama bakteri ini adalah mycobacterium tuberculosis.





