JAKARTA – Ratusan organisasi masyarakat perempuan menggelar aksi keprihatinan terhadap Yuyun, pelajar yang tewas akibat pemerkosaan yang dilakukan 14 pemuda. Kematian secara brutal atas Yuyun terjadi beberapa waktu lalu, di Bengkulu.
Aksi keprihatinan tersebut diselenggarakan di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu petang (4/5/2016). Mereka menyalakan lilin sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kematian secara brutal Yuyun itu.
“Kami sangat prihatin dengan kasus yang menimpa Yuyun. Kekerasan seksual pada anak menjadi masalah serius, maka intervensi yang dilakukan harus serius pula,” ujar salah satu pengunjuk rasa, Oni Jafar.
Dia menambahkan, aksi keprihatinan itu diikuti 186 ormas perempuan yang tergabung dengan Kowani.
Oni yang saat ini menjabat pelaksana tugas ketua umum Kowani mengatakan bentuk keseriusan tersebut dalam bentuk memaksimalkan pembangunan sistem perlindungan anak dari kejahatan seksual.





