2016, Tahun Mematikan bagi Anak Palestina

DIBUNUH - Munashirah, 13 tahun. Bocah Palestina yang dibunuh oleh tentara Israel setelah dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya.- Info Palestina

YERUSALEM (KBK) – Tahun 2016 adalah tahun mematikan bagi anak-anak Palestina. Israel telah menembak mati 32 anak Palestina di bawah usia 18 tahun, sepanjang tahun 2016 ini di Tepi Barat dan Yerusalem.

Menurut laporan Kelompok Hak Asasi Pertahanan untuk Anak Internasional (DCI) mengatakan, ini merupakan angka kematian tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Banyak pembunuhan yang terjadi selama serangan militer Israel di kota-kota Palestina di Tepi Barat yang dijajah, karena konfrontasi dengan tentara Israel..

“Tentara Israel menggunakan kebijakan tembak untuk membunuh. Mereka memiliki lampu hijau untuk membunuh warga Palestina, dan fakta bahwa mereka dapat melakukannya dengan impunitas dan tidak ada konsekuensi terhadap penembaknya, hal ini menjadi landasan untuk penembakan tersebut terjadi,” ungkap Ayed Abu Eqtaish, Direktur Program Akuntabilitas DCI-Palestina.

Sejak Oktober 2015, tentara dan pemukim Israel telah bertanggung jawab atas pembunuhan setidaknya 244 warga Palestina, termasuk demonstran tak bersenjata.

Dikutip dari Al Jazeera, tahun lalu jumlah total warga sipil di bawah usia 18 yang tewas di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur hanya 28 orang. Pada tahun 2014, 13 anak-anak Palestina tewas, sementara empat orang tewas pada 2013.

Advertisement