PARA pemangku persoalan di negeri ini, perlu merenung dan mawas diri terhadap penyimpangan atau kekeliruan yang pernah diperbuat selama 2016 dan menjadikan 2017 sebagai “PR” untuk memperbaiki dan meluruskannya kembali.
Di sektor ekonomi, pembangunan sarana dan prasarana seperti ruas-ruas jalan tol baru, jaringan KA di Kalimantan dan Sulawesi , begitu juga toll laut diharapkan akan meningkatkan geliat dan menekan ketimpangan perekonomian antar wilayah di Indonesia.
Di tingkat makro, prakiraan pertumbuhan ekonomi 5, 1 persen cukup membangkitkan optimisme, sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tingkat Rp13.300 relatif stabil Asumsi harga minyak bumi, 45 dolar AS barrel cukup moderat , sedangkan lifting minyak dan gas juga meningkat dengan dilakukannya pengembangan 28 lapangan migas sejak awal 2016. Produksi minyak meningkat dari 778.000 barrel per hari pada 2015 menjadi 830.000 barrel pada 2016, seangkan poduksi gas melebihi target mernjadi 6.674 juta kaki kubik.
Namun di tingkat mikro, jurang kesenjangan antara si kaya dan si miskin terus menganga, ditambah meningkatnya angka pengangguran, terutama di kalangan terdidik atau sarjana yang jika tidak segera diatasi, sewaktu-waktu bisa menjadi bom waktu.
Di bidang penegakan hukum, tunggakan kasus besar seperti Bank Century dan BLBI, kemudianmisteri kematian pejuang HAM, Munir juga dituntut penuntasannya. Peradilan dugaan penistaan agama terhadap Gubernur (non-aktif) Jakarta, Ahok yang sedang berproses, hasilnya akan mempertaruhkan citra hukum di Indonesia.
Goyahnya persatuan bangsa akibat akibat ulah segelintir orang yang berusaha memecah belah dengan mengangkat isu SARA perlu direkat kembali, terutama dengan pemahaman berbangsa dan bernegara dan juga tindakan tegas aparat negara.
Sementara penyelenggaraan pilkada serentak 15 Februari tentu akan memanaskan suhu politik, terutama pemilihan gubernur DKI yang membuat polarisasi warga Jakarta, terbelah dalam dua kubu, pro-kontra Ahok.
pembenahan parpol
Pembenahan parpol, mulai dari perekrutan untuk menjadikan sebagai kawah candradimuka para kader perlu dilakukan terus agar mereka menjadi aspirator rakyat , bukan malah menjadi bagian persoalan bangsa ini.
Suhu politik dipekirakan akan terus memanas menjelang pemilihan presiden 2019 nanti mengingat para politisi tentu mulai melancarkan strategi atau merapat pada jagonya, sementara sang calon akan menggerakkan mesin politiknya..
Di bidang pemberantasan korupsi, keterlibatan tokoh dan pimpinan lembaga-lembaga tinggi seperti Ketua DPD Irman Gusman atau Ketua MA Akil Muchtar yang seharusya menjadi ujung tombak memerangi musuh bangsa, mencerminkan, terwujudnya penyelenggara negara yang bersih, masih jauh dari harapan.
Operasi Sapu Bersih (Saber) Pungli akan terus diuji keampuhannya dalam perang terhadap kejahatan luar biasa itu, begitu pula dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terus dilancarkan KPK.
Keterlibatan, ;puluhan anggota parlemen, baik ;pusat maupun daerah serta sejjumlah pimpinan daerah, baik bupati maupun gubernur, cerminan beratnya tugas KPK untuk membasmi korupsi di negeri ini.
Khusus di lingkup TNI, transparansi pengadaan alat utama sistem kesenjataan (alutsista) perlu dilakukan, karena sikap kerahasiaan yang terjadi selama ini berpotensi menimbulkan kerugian negara terus-menerus.
Kerugian akibat ketertutupan selama ini terbukti dari terkuaknya korupsi dana hibah pesawat F-16 sebesar 12,4 juta dolar AS oleh Brigjen Teddy Henaryadi dan juga ricuh pembelian helikopter AW 101 di penghujung 2016.
Kecelakaan yang menimpa pesawat-pesawat yang dioperasikan TNI maupun Polri, baik buatan lama atau baru, mengundang tandatanya publik.
Sejak 2015 saja, dua pesawat C-130 Hercules TNI jatuh (di Medan dan Wamena), dua helikopter Bell 412 TNI AD (di Poso Pesisir dan Wamena), dua pesawat aerobatik KT-1B Wong Bee di Langkawi, pesawat Super Tucano di Malang, pesawat tempur T50i Golden Eagle di Yogyakarta dan pesawat M28 Sky Truck milik Polri di perairan Riau.
Aksi-aksi kriminalitas yang semakin nekad dan brutal harus dicegah karena selain menimbulkan korban jiwa dan harta benda, juga menciptakan trauma terhadap korban maupun masyarakat yng menjadi calon-calon korban berikutnya.
Kasus perampokan di kawasan Pulomas, Jakarta Timur di penghujung Desember yang menewaskan lima orang, aksi-aksi geng motor di Jakarta, penyerangan sesama pelajar di Yogyakarta, perkosaan Yuyun di Bengkulu oleh belasan pria dewasa hanya sebagian kecil kasus-kasus kriminal yang terjadi di seluruh Indonesia setiap harinya.
Reward and punishment kinerja polisi, mulai dari jajaran trendah, ketegasan aparat penegak hukum termasuk peradilan dan pelurusan fungsi Lapas sebagai tempat pembinaan dan ladang pertobatan napi perlu diupayakan.
Awas terorisme
Geliat eskalasi aksi terorisme tercermin dari keberhasilan Densus 88 membekuk para calon pelaku di Bekasi, Batam, Tangerang dan Pematang Siantar Desember ini, menuntut kesiagaan dan kesigapan aparat keamanan mengatasinya.
Semakin terpojoknya posisi kelompok teroris berbendara NIIS di Suriah dan Irak perlu diwaspadai, karena tidak mustahil, mereka berusaha mengalihkan aktivitasnya ke Indonesia.
Bencana melanda sejumlah wilayah di Indonesia selama 2016, baik akibat alam, mapun ulah manusia atau gabungan keduanya. Sebut saja gempa Pidie dan Aceh Jaya yang menelan lebih seratus korban jiwa, banjir bandang di Bandung, Garut, Aceh dan sejumlah wilayah lainnya.
Ironisnya, program mitigasi yang seharusnya dikedepankan guna menekan risiko bencana, masih minim, lebih pada sebatas wacana dan retorika.
Ancaman narkoba juga tidak kalah serius mengingat sekitar 4.000 korban setiap bulan atau sekitar 50.000 setahun meninggal akibat mengonsumsi barang haram itu. Jumlah yang disita oleh aparat juga luar biasa, belum lagi yang lolos karena modus operandi pelaku yang semakin canggih dan luasnya wilayah yang harus diendus aparat kepolisian. Aparat BNN tentu harus bekerja lebih keras lagi pada 2017 untukmembasmi penanggulangannya.
Di bidang olahraga, target juara sepakbola di kawasan Asia Tenggara yang luput setelah Tim Garuda ditekuk Thailand dalam Piala AFF Suzuki lalu, perlu disasar lagi, sementara persiapan menjadi tuan rumah Asian Games juga perlu lebih fokus agar Indonesia tidak memalukan di ajang olahraga akbar Asia itu.
Kita lepas 2016 dengan renungan dan mawas diri, dan songsong 2017 dengan kerja keras serta merekatkan kembali semangat kebersamaan dan persatuan di tengah kebinekaan.





