NEW YORK—Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, 1,8 miliar orang akan mengalami kelangkaan air secara absolut pada tahun 2025. Ini artinya, dua per tiga dari penduduk bumi akan hidup dengan air yang sangat terbatas.
Seperti diwartakan Kantor Berita NAM, Selasa (22/3/2016), sebuah diskusi panel yang diselenggarakan di markas PBB menekankan, menjaga hutan adalah cara penting untuk mengelola sumber daya air tawar. Langkah ini juga untuk menghindari kekurangan air.
Seorang pakar dalam diskusi itu mengatakan, 3/4 air yang digunakan orang setiap hari berasal dari resapan hutan. Sementara itu lebih dari 1,6 miliar orang hidup dari hutan. Mereka mencari makan, bahan bakar, dan obat-obatan dari sumber daya yang ada di hutan.
Disampaikan Direktur UN Forum on Forests Secretariat, Manoel Sobral Filho, hutan memainkan peran penting dalam menyediakan dan mengatur air untuk pengendalian erosi.
“Hutan adalah menara air alam planet ini,” katanya.




