24 Penyandang Sosial Indramayu Akan Diberikan Pelatihan di Jakarta

Ilustrasi Sekitar 100 orang dari pegiat sosial dan perangkat 13 Nagari se Kabupaten Sijunjung mengikuti pelatihan Pos Pemberdyaaan Keluarga (Pos Daya), di Kantor Kecamatan Kamang Baru, Sijunjung, Sumatera Barat, Senin - Selasa (5-6 September 2016). Foto:Ist

INDRAMAYU – Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memberangkatkan 24 penyandang sosial ke Jakarta untuk mendapatkan bimbingan dan pelatihan keterampilan sampai dengan bulan Desember 2017.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Atu Ika Putri mengatakan rehabilitasi sosial diperuntukkan bagi para gelandangan, pengemis dan orang terlantar, dimana pelatihan akan  berlangsung di Panti Pangudi Luhur Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Kementerian Sosial RI.

Dia menjelaskan rehabilitasi sosial merupakan proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan seseorang mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu bentuk kegiatan rehabilitasi sosial adalah dengan memberikan pelayanan pelatihan keterampilan bagi para penyandang masalah sosial di Kabupaten Indramayu.

Dia mengatakan persyaratan untuk mengikuti program ini peserta tidak mempunyai penyakit menular atau kronis, tidak cacat fisik atau mental, tidak sedang berurusan dengan penegak hukum.

“Selain itu mereka juga bersedia mengikuti program pelayanan panti, usia masih produktif dan kegiatan ini gratis tidak dipungut biaya,” tuturnya.

Keterampilan tersebut di antaranya pertukangan las, montir mobil, desain grafis, pertukangan kayu, menjahit, pengolahan kedelai, salon dan tata rias, olahan pangan, perikanan, montir motor, dan pertanian.

“Setelah mengikuti pelatihan keterampilan ini peserta akan diberikan alat dan modal untuk selanjutnya bisa digunakan sebagai usaha mandiri di lingkungannya sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya, dilansir Antara, Kamis (17/8/2017).

Selain memberikan pelatihan bagi para gelandangan, pengemis dan orang terlantar tersebut, Dinsos juga beberapa waktu lalu memberikan pelatihan bagi enam orang yang putus sekolah. Dan pada bulan April yang lalu memberikan pelatihan bagi korban trafficking sebanyak 70 orang dan 20 orang lansia.

Advertisement