KOLOMBO – Wabah virus demam berdarah telah membunuh sekitar 300 orang sepanjang tahun ini di Sri Lanka, seperti diungkapkan pejabat kesehatan pada Senin (24/7/2017).
Mereka menyalahkan musim hujan dan banjir baru-baru ini yang menyebabkan genangan air menjadi sarang tempat pengembangbiakan yang ideal untuk nyamuk yang membawa virus tersebut.
Palang Merah Internasional meningkatkan bantuan darurat ke Sri Lanka dengan Palang Merah Sri Lanka untuk membantu mengatasi wabah tersebut.
“Pasien demam berdarah memasuki rumah sakit yang penuh sesak di luar kapasitas dan berjuang untuk mengatasinya, terutama di provinsi paling barat yang terkena dampak paling barat,” kata Palang Merah dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), demam berdarah adalah salah satu penyakit dengan pertumbuhan tercepat di dunia, yang mewabah di 100 negara, dengan sebanyak 390 juta infeksi setiap tahunnya.
Pemerintah Sri Lanka sedang berjuang untuk mengendalikan virus tersebut, yang dapat berujung pada kematian. Kementerian Kesehatan mengatakan jumlah infeksi dengue telah meningkat di atas 100.000 sejak awal 2017, dengan 296 kematian.





