BANGKALAN – Pasutri tersambar petir saat sedang berteduh dan keduanya ditemukan tewas dengan posisi berpelukan. Pasangan suami istri tersebut diketahui tersambar petir saat sedang berteduh di saung tengah sawah Desa Karang Leman, Kecamatan Tragah.
Mereka tidak hanya berdua, namun bersama satu petani lainnya yang juga menjadi korban tewas akibat petir yakni Brama (50), warga Desa Karanf Leman, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Sementara itu pasutri yang tewas beridentitas Solikan (55) dan Misnati (45) asal Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah.
Sejak pagi, mendung pekat sudah bergelantungan di wilayah Bangkalan. Angin kencang dari arah timur kota disertai hujan lebat dan petir bersautan mulai melanda hampir di semua wilayah Bangkalan, Rabu (9/11/2016) sekitar pukul 10.30 WIB.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang dihimpun Kapolsek Tragah AKP Asni Yabani, ketiga korban itu awalnya tengah membersihkan rumput di area persawahan. Karena hujan, ketiganya lantas berteduh di saung tengah sawah.
“Saat itulah, ketiga orang itu disambar petir. Kami larikan ke puskesmas (Tragah) untuk dilakukan visum luar sebelum diantar ke rumah masing-masing,” ungkap Asni Yabani, dikutip Tribunnews dari Surya.co.id, Jumat (11/11/2016).
Hingga saat ini, cuaca di Kota Bangkalan masih mendung dan gerimis. Genangan air setinggi betis orang dewasa di sepanjang jalan protokol Soekarno – Hatta mulai berangsur surut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan WH Hidayat menyatakan, hingga saat ini Bangkalan berstatus siaga darurat bencana banjir, longsor, angin puting beliung, dan rob.
“Sejak Oktober status darurat bencana sudah diberlakukan, hingga akhir November. Desember, diprediksi ada peningkatan curah hujan,” ungkap WH Hidayat
Ia menjelaskan, lokasi petir menyambar tiga petani itu termasuk titik rawan bencana angin puting beliung. Seperti halnya di Kecamatan Burneh, Socah, Tanah Merah, dan Kota.
“Namun bencana petir dan gelombang air laut belum masuk dalam katagori kami. Tapi kami mengimbau, warga lekaslah meninggalkan area lapang ketika mendung pekat,” jelasnya.





