ROMA – Selama 48 jam terakhir, lebih dari 1.300 migran telah diselamatkan dari Mediterania dan penjaga pantai Italia juga telah menemukan 16 migran yang telah tewas, pada Senin (5/12/2016) waktu setempat.
Sebanyak 285 migran diselamatkan pada hari Sabtu, 791 pada hari Minggu dan 231 pada hari Senin dan semuanya diangkut dengan menggunakan perahu kayu kecil.
Sebelumnya, pada hari Minggu, kapal penjaga pantai Italia Diciotti menemukan 11 mayat di kapal yang tengah mengalami kesulitan, sementara kapal komersial intervensi di perahu lain menemukan tiga orang tewas.
Selain itu, dilansir AFP, Aquarius yang merupakan kapal bantuan yang disewa oleh LSM SOS Méditerranée dan Dokter Without Borders (MSF), mengatakan tengah berupaya untuk menyadarkan dua wanita yang ditemukan di sampan kecil, namun akhirnya upaya penyelamatan gagal.
“Dua wanita meninggal karena hipotermia terlepas dari upaya kolosal tim. Kami merasa patah hati lagi,” MSF mengatakan di Twitter.
Sementara itu penyebab kematian pada yang lainnya belum dapat ditentukan, tetapi luka bakar atau inhalasi bahan bakar diperkirakan menjadi penyebab yang fatal bagi tewasnya para migran yang sudah lemah kondisinya saat berangkat dari Libya, di mana pelecehan dan penyiksaan merajalela disana.
Sebagian besar lebih dari 173.000 migran yang tiba tahun ini di Italia berasal dari Afrika Barat dan Tanduk Afrika. Menurut PBB, sedikitnya 4.700 orang tewas atau hilang dikhawatirkan tenggelam tahun ini ketika mencoba untuk menyeberang Mediterania.





