spot_img

3,5 Juta Anak Pengungsi di Dunia Tidak Sekolah

NEW YORK – Lebih dari 3,5 juta anak-anak pengungsi tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah, menurut sebuah laporan badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) pada Selasa (12/9/2017).

Karenanya, UNHCR meminta agar pendidikan menjadi komponen penting yang harus direspon dari aksi kemanusiaan.

Laporan berjudul “Pendidikan Pengungsi dalam Krisis” menemukan bahwa ada 6,4 juta pengungsi usia sekolah, antara lima dan 17 tahub, di antara 17,2 juta pengungsi di bawah mandat Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

“Pendidikan anak-anak muda ini sangat penting bagi pembangunan damai dan berkelanjutan dari negara-negara yang telah menyambut mereka, atau ke rumah mereka ketika mereka dapat kembali,” Komisaris Tinggi Filippo Grandi mengatakan dalam sebuah rilis berita.

“Namun dibandingkan dengan anak-anak dan remaja lain di seluruh dunia, kesenjangan kesempatan bagi pengungsi semakin berkembang,” ungkapnya.

Secara global, 91 persen anak-anak bersekolah di sekolah dasar, menurut UNHCR. Bagi pengungsi, angka tersebut jauh di bawah 61 persen dan di negara-negara berpenghasilan rendah jumlahnya kurang dari 50 persen.

Seiring bertambahnya usia anak-anak pengungsi, hambatannya meningkat yakni hanya 23 persen remaja pengungsi yang terdaftar di sekolah menengah pertama, dibandingkan dengan 84 persen di seluruh dunia.

Di negara-negara berpenghasilan rendah, yang menampung 28 persen pengungsi dunia, jumlah di pendidikan menengah sangat rendah, hanya 9 persen.

Grandi memastikan bahwa pengungsi memiliki akses yang adil terhadap pendidikan berkualitas adalah tanggung jawab bersama,”Sudah saatnya kita semua memasukkan kata-kata ke dalam tindakan.” tegasnya.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles