MEDAN – Banjir kiriman sempat membuat warga Kota Medan yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli resah, karena datang secara tiba-tiba dan ekstrem pada Selasa (3/1/2017) dini hari.
Salah seorang warga Kampung Aur Medan, Hasbi (41) mengatakan, meski kawasan tempat tinggalnya rawan banjir, air kiriman yang terjadi dini hari tadi terbilang lebih ekstrem dibanding yang pernah datang sebelumnya.
“Airnya naik lebih cepat dan lebih keruh. Kita khawatir banjir bandang,” ujar Hasbi, sebagaimana dilansir Okezone.
Keresahan yang sama juga disampaikan Maya (34), warga Kawasan Lembah Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Ia bahkan telah mengungsikan kedua anaknya ke rumah orangtuanya yang berada di wilayah lebih aman.
“Cepat naik airnya semalam, memang cepat turun juga. Kita ya siap-siap saja. Daerah kami ini memang hampir selalu kena banjir setiap musim hujan. Apalagi katanya lagi banyak longsor di hulu sungai. Seperti kemarin di kawasan Sibolangit. Ini kita sudah siap-siap. Jadi kalau banjir tinggal bawa diri saja,” tutur Maya.
Ketua Tim Reaksi Cepat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Muhammad Yunus, mengatakan bahwa kenaikan air yang terjadi di bantaran Sungai Deli termasuk di kawasan Sei Mati dan Kampung Aur mengalami kenaikan sekitar setengah sampai 1 meter. Namun, perlahan air semakin surut.
“Air naik jam 12.30. Sekitar pukul 02.00 WIB sudah surut lagi,” kata Yunus.
Menurutnya banjir kiriman merendam sekitar 423 rumah di sepanjang DAS dengan ketinggian air hingga selutut orang dewasa.




