Minum Kopi Bisa Mengobati Hati

Ilustrasi kopi/ Foto: ghanalive.tv

MELBOURNE (KBK) – Kabar baik bagi pecandu kopi, para peneliti di Australia Tenggara menemukan, orang yang meminum lebih dari dua cangkir kopi per hari dapat memperbaiki kondisi hati.

Studi yang dilakukan oleh Universitas Monash di Melbourne, memfokuskan penelitian mereka ke 1.100 pasien penyakit hati di Klinik Kesehatan Monash dan menemukan bahwa kopi dapat mengurangi dampak terhadap kondisi mereka.

Dua cangkir kopi sehari dapat mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh hepatitis C, hingga 13 persen. Jika meminum empat cangkir kopi sehari dapat mengurangi gejala penyakit hati berlemak, di mana penyakit ini diidap sekitar 40 persen warga Australia.

Statistik saat ini menunjukkan bahwa sekitar 6 juta warga Australia mengidap beberapa bentuk penyakit hati; penyakit hati berlemak, hepatitis B dan hepatitis C. Tiga jenis penyakit itu merupakan penyakit hati yang paling umum diderita warga Australia.

Alex Hodge, spesialis penyakit hati di Universitas Kesehatan Monash, mengungkapkan temuan penelitian minggu ini pada pertemuan tahunan, Asosiasi Studi Penyakit Hati di San Francisco, Amerika.

Dia mengatakan kepada Radio Melbourne pada Selasa pagi, (17/11/2015) sekitar temuan studinya dan efek kuratif yang ditimbulkan kopi.

“Dua atau lebih cangkir kopi memperbaiki penyakit hati mereka,” katanya.

“Tentu saja jumlah kopi yang dibutuhkan disesuaikan dengan jenis penyakit hati yang diderita.

Studi ini juga menemukan hasil yang paling dramatis, pasien dengan penyakit hepatitis C dengan meminum teh tidak mempunyai pengaruh pada kesembuhan hatinya.

Dalam sebuah studi terpisah, kebetulan diterbitkan pada hari yang sama, Harvard University Chan School of Public Health juga menemukan hasil yang sama, di mana orang-orang yang minum hingga lima cangkir kopi per hari mengurangi risiko sakit hati karena hepatitis.

“Dalam populasi penelitian secara keseluruhan, konsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit saraf seperti Parkinson dan bunuh diri,” ungkap temuan tersebut.

“Senyawa bioaktif dalam kopi mengurangi resistensi insulin dan peradangan sistematis,” kata Ming Ding, seorang mahasiswa calon doktor di Harvard.

“Itu bisa menjelaskan beberapa temuan kami. Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk menyelidiki mekanisme biologis yang memproduksi efek ini,” katanya seperti dikutip KBK dari Xinhua, Rabu (18/11/2015).

Tidak ada efek pencegahan penyakit hati yang ditemukan dalam studi ini, yang dipublikasikan dalam edisi terbaru dari jurnal Circulation.

Advertisement