KARO—Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatra Utara kembali meningkat. Dalam lima hari terakhir, tercatat sudah 47 kali letusan. PVMBG melaporkan berturut-turut letusan pada Kamis (2/2) sebanyak delapan kali, lalu pada Jumat (3/2) meletus 12 kali, Sabtu (4/2) meletus lagi 12 kali. Selanjutnya Ahad (5/2) sudah meletus tujuh kali hingga sore hari.
“Sejak Senin (6/2) hingga Selasa (7/2) pagi ini terjadi erupsi sebanyak delapan kali letusan tanpa disertai suara dentuman, kolom abu putih tebal keabuan mencapai ketinggian seribu hingga dua ribu meter dari puncak, condong mengarah timur. Erupsi juga disertai guguran lava meluncur sejauh 500 hingga dua ribu meter ke arah selatan, tenggara, dan timur,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, yang dikutip dari Republika.co.id, Selasa (7/2/2017).
Sementara itu, Pos pengamatan Gunung Sinabung PVMBG mengamati erupsi disertai luncuran awan panas terus berlangsung tanpa dapat diprediksi kapan aktivitas vulkanik akan menurun. Sejak Juni 2015 hingga sekarang status Gunung Sinabung tetap Awas (level IV). Kawasan rawan bencana terus meluas.
PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung. “Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar,” kata Sutopo





