5000 Tahanan Dibebaskan, Sebagian Kembali Perangi Afghanistan

Pejuang taliban di Afghanistan/ AP

JAKARTA – Sejumlah tahanan Taliban yang dibebaskan oleh pemerintah Afghanistan dilaporkan kembali mengangkat senjata memerangi pemerintah Afghanistan. Hal ini diungkap Ketua Juru Runding Afghanistan, Abdullah Abdullah, Selasa (22/9/2020) waktu setempat.

Ketua Dewan Tinggi Afghanistan untuk Rekonsiliasi Nasional ini menyatakan, perundingan dengan Taliban di Qatar sejauh ini secara umum berlangsung positif. Sebagai bagian syarat perundingan damai ini, salah satunya adalah pembebasan 5.000 pasukan Taliban yang ditahan Afghanistan, dilansir rmol.

Namun Abdullah mengatakan, meski bukan mayoritas, pihaknya mengetahui, sebagian dari 5.000 tahanan Taliban yang dibebaskan itu, kembali melanjutkan perang melawan Afghanistan.

“Beberapa dari mereka telah kembali ke medan perang. Ini pelanggaran kesepakatan yang telah mereka buat,” jelasnya, dalam konferensi secara online dengan Dewan Hubungan Luar Negeri Amerika Serikat (AS), dikutip media Prancis France 24 dan kantor berita Inggris, Reuters.

Abdullah mengatakan, pembicaraan antara Afghanistan-Taliban telah dimulai di Doha, Qatar dengan sejumlah catatan positif, karena para delegasi membangun keakraban satu sama lain. Sayangnya, di saat yang sama tingkat kekerasan di Afghanistan belum turun.

“Selama ini tingkat kekerasannya sangat tinggi dan tidak bisa diterima masyarakat. Saya mengulangi seruan saya kepada Taliban dan semua mitra yang memiliki pengaruh atas Taliban,” katanya.

Advertisement