AFRIKA – Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan untuk Dewan Keamanan PBB jika sekitar 56 juta orang membutuhkan bantuan pangan dan mata pencaharian yang mendesak di delapan zona konflik di seluruh dunia.
Laporan tersebut mengatakan Yaman, Sudan Selatan, Afghanistan, Republik Demokratik Kongo dan Republik Afrika Tengah adalah lima zona yang mengalami kerawanan pangan berbasis konflik yang paling banyak terjadi di bagian akhir 2018.
“Hubungan antara konflik dan kelaparan masih terlalu kuat,” katanya menegaskan.
Tiga zona konflik lainnya yakni Somalia, Suriah dan Danau Chad yang telah melihat peningkatan ketahanan pangan sejalan dengan peningkatan keamanan.
Laporan itu, mengatakan “kemunduran besar” diproyeksikan selama 2019 di seluruh Danau Chad Basin.
“Laporan juga dengan jelas menunjukkan dampak kekerasan bersenjata terhadap kehidupan dan mata pencaharian jutaan pria, wanita, anak lelaki dan perempuan yang terjebak dalam konflik”, kata direktur FAO Jose Graziano da Silva, dilansir Anadolu, Selasa (29/1/2019).
Direktur Eksekutif WFP David Beasley mendesak “akses yang lebih baik dan lebih cepat di semua zona konflik” untuk menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan.
“Tapi yang paling dibutuhkan dunia adalah mengakhiri perang,” kata Beasley.
Laporan juga mengatakan bahwa kekerasan terhadap pekerja kemanusiaan sedang meningkat, yang telah memaksa organisasi-organisasi bantuan untuk menunda operasi mereka dan menghilangkan populasi rentan bantuan kemanusiaan.





