ALGIERS (KBK) Negara-negara di Afrika khawatir dengan kemungkinan kembalinya 3.000-6.000 pemuda mereka yang telah bergabung dengan Negara Islam (IS).
Smail Chergui, Komisaris Uni Afrika untuk Perdamaian dan Keamanan mengatakan, Selasa (16/12/2015) kepada radio nasional, jika para pejuang muda ini kembali ke rumah sementara ia tergabung dengan kelompok teroris di Timur Tengah, hal ini jelas menjadi ancaman nyata bagi Afrika.
Untuk itu pejabat Uni Afrika mendesak, agar negara-negara Afrika menyusun “sistem deradikalisasi” untuk mendorong orang memiliki pandangan yang lebih moderat dalam hal agama, jika tidak ingin negara di kawasan tersebut diobok-obok oleh aksi teroris.
Dia juga mencatat pentingnya pembentukan Afripol, sebuah mekanisme kerjasama polisi anta negara-negara di Afrika.
“Afripol akan meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara badan-badan usaha polisi Afrika untuk secara efisien menangani penyebaran terorisme transnasional dan kejahatan terorganisir,” katanya
Chergui memohon untuk mengidentifikasi penyebab sebenarnya dari radikalisasi dan menempatkan strategi yang menghalangi anak-anak di Afrika untuk mengambil jalan kekerasan.
Dia mengatakan bahwa aksi militer tidak cukup untuk melawan terorisme, karena pemerintah harus memulai proyek-proyek ekonomi yang menciptakan lapangan kerja bagi kaum muda dan memenuhi kebutuhan sosial-ekonomi mereka.





