SUMEDANG – Sebanyak 75 anak korban bencana longsor di kabupaten Sumedang mengikuti penyembuhan psikologi melalui Program Dukungan Psikososial (PDP) yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia.
“Sedih dan tidak betah tergambar pada ekspresi anak-anak yang berada di lokasi pengungsian GOR Tadjimalela ini”, ungkap salah satu relawan PMI Sumedang, Roly Angga, melalui keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Senin (26/9/2016).
Karenanya diharapkan melalui program tersbeut anak-anak dapat terhibur dan menghilangkan rasa takut atau sedih usai mengalami bencana tanah longsor.
“Melalui interaksi dengan cara bernyanyi, cerita, dan beberapa permainan edukatif serta pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kami berharap mereka bisa menerima kenyataan dengan tetap memiliki semangat dan mental yang kuat,” katanya.
Data posko PMI Sumedang mencatat terdapat dua desa yang mengalami dampak terparah yaitu desa Ciherang dan desa Citengah. Sedangkan jumlah pengungsi yang menempati posko pengungsian di GOR Tadjimalela tercatat sekitar 833 jiwa dan 320 kepala keluarga.
Rencananya pelayan PDP tersebut juga akan dilaksanakan pada lokasi pengungsian kedua yang bertempat di Makodim 0610 Sumedang.





