88 Desa di Pati Alami Kekeringan

Ilustrasi Bantuan Air Bersih untuk warga Sragen. Foto:KRJogja

PATI – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Jawa Tengah Sanusi Siswoyo menyampaikan sebanyak 88 desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berpotensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Menurutnya sampai saat ini pengiriman air bersih baru dilakukan ke 40 desa, dan warga yang sudah merasakan pasokan air bersih itu sebanyak 39.242 jiwa.

Disampaikan Sanusi, warga di Kecamatan Winong dan Gabus yang paling terkena dampak musim kemarau. Sebanyak 16.488 warga di Kecamatan Winong kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara di Kecamatan Pucakwangi sebanyak 9.224 warga yang terdampak.

“Di dua kecamatan itu (Winong dan Pucakwangi) pengiriman air bersih sudah kami lakukan sejak minggu ke dua bulan Juli,” ungkap Sanusi.

Sanusi melanjutkan, kekeringan di Kecamatan Winong melanda warga di 10 desa. Sedangkan di Kecamatan Pucakwangi, kekeringan terjadi di sembilan desa. Empat kecamatan lainnya yang juga terkena dampak musim kemarau yaitu, Gabus, Tambakromo, Jakenan, dan Jaken.

“Data hingga akhir pekan kemarin, ada 39.424 warga kusilitan mendapatkan air bersih. Jumlah itu akan terus bertambah, kemarin kami sudah melakukan pengiriman air bersih lagi karena musim kemarau masih akan berlangsung hingga akhir Agustus,” kata Sanusi,. dikutip medcom.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak, Sanusi melanjutkan, pihaknya sudah memasok air bersih sebanyak 40 tangki. Selain dari BPBD, warga juga mendapat pasokan air bersih dari PMI sebanyak 71 tangki. Hingga akhir pekan kemarin, Polres Pati juga sudah memasok empat tangki air bersih.

 

Advertisement