PANDEGLANG – Banjir melanda 13 kecamatan di Kabupaten Pandeglang dan menurut data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, sebanyak 3.671 rumah terendam banjir dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 9.611 jiwa.
13 kecamatan yang terendam banjir yakni Kecamatan Munjul, Panimbang, Sobang, Cikeusik, Angsana, Sindangresmi, Sukaresmi, Pagelaran, Patia, Picung, Saketi, Labuan, dan Carita.
“Selain pemukiman, banjir juga merendam ribuan hektar lahan pertanian. Diperkirakan jumlah rumah dan lahan pertanian yang terendam banjir lebih besar karena pendataan masih dilakukan BPBD,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BPBD, Sutopo Purwo Nugroho.
Banjir di Kecamatan Sobang menyebabkan 9.617 jiwa dengan tinggi mencapai 50 – 200 sentimeter. Tiga rumah roboh terkena banjir dan longsor. Sebanyak 280 jiwa mengungsi di Kantor Desa Teluk Lada dan masjid.
BNPB terus mendampingi BPBD untuk melakukan penanganan banjir. BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan penanganan banjir.
“Kementerian PU Pera, akan melanjutkan normalisasi Sungai Ciujung, Cidurian dan Ciliman pada tahun ini untuk mengatasi banjir ini. Peran serta pemda masih perlu ditingkatkan,”katanya lagi.
Sutopo mengimbau kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk membentuk BPBD tipe A, karena saat ini BPBD di Kabupaten Lebak dan Pandeglang ini masih bertipe B.
“Artinya, kepala BPBD hanyalah eselon 3. Hal menyulitkan BPBD yang memiliki fungsi koordinasi, komando dan pelaksana dalam penanggulangan bencana. Ditambah dukungan anggaran yang begitu minim,” ujar Sutopo, dalam keterangan persnya.





