TIONGKOK – Sampai saat ini sedikitnya 91 orang hilang setelah lumpur dan sisa konstruksi longsor mengubur 33 bangunan di pusat bisnis di Tiongkok bagian selatan.
Kemarin Kepala Dewan Negara Li Keqiang tmemerintahkan penyelidikan resmi bencana longsor yang terjadi di Shenzhen, provinsi Guangdong.
Menurut laporan polisi, bencana terjadi sekitar pukul 11:40 waktu setempat. Longsor merobohkan bangunan-bangunan bertingkat di pusat industri Hengtaiyu, di Distrik Baru Guangming.
Sedikitnya 13 orang dirawat di rumah sakit, tiga di antaranya dalam keadaan kritis, demikian menurut kantor penanggulangan bencana Zhenzhen. Saluran televisi milik negara CCTV melaporkan 59 pria dan 32 wanita masih dalam pencarian.
Belsan tim penyelamat yang dibantu dengan empat pesawat drone dan 30 anjing pencari dikerahkan untuk mencari para korban yang diduga terkubur.
Seperti dilansir Xinhua, Kementrian Sumber Daya mengatakan penyebab longsor adalah timbunan tanah sisa pembangunan.
Menurut warga setempat, setiap harinya ratusan truk membuang tanah dan dan sisa pembangunan di lokasi tersebut.
Menurut pemerintah kota Zhenzhen di akun media sosial Weibo, longsor juga menyebabkan satu pom bensin meledak.
Shenzhen adalah kota yang terletak di utara Hong Kong dan menjadi salah satu kota pelabuhan tersibuk di dunia.



