95 Persen Pasien Kritis akibat Covid-19 Alami Badai Sitokin

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, pandemi Covid-19 seperti halnya influenza, bisa berubah menjadi penyakit musiman akibat cuaca. Namun demikian, munculnya mutasi virus corona menjadi sejumlah varian baru, tetap menjadi ancaman global.

JAKARTA – Dokter spesialis penyakit dalam Ceva Wicaksono mengatakan lima orang pasien covid-19 mengalami kritis, dan 95 persen dariĀ  lima persen tersebut mengalami badai sitokin.

Dalam kanal YouTube PB IDI terkait ‘Bagaimana Cara Agar Terhindar Dari Badai Sitokin’, Jumat (27/8/2021), Ceva mengatakan kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti usia dan penyakit bawaan atau komorbid.

Ceva mengatakan hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab sitokin diproduksi secara berlebihan hingga menyerang organ tubuh.

“Pas sudah tinggi pasti terasa. Demam, sesak, mungkin kalau monitor di saturasi makin turun atau kemudian dia alami serangan jantung karena penggumpalan darah. Itu bisa ditebak sitokin tinggi,” tutur Ceva.

Ceva menyebut sebagian besar pasien yang mengalami badai sitokin cenderung bisa diatasi. Hampir 60 persen pasien yang mengalami badai sitokin bisa disembuhkan kembali.

Saat pasien Covid-19 mengalami badai sitokin penanganan paling pertama yang dilakukan tenaga medis adalah memberi beberapa macam obat hingga proses transfusi darah.

 

Advertisement