Sebelum Meninggal, Satia Bocah Obesitas Minta Dibelikan Mainan Berkali-kali

Satia semasa hidup bersama Sarli sang Ayah/ PR

KARAWANG – Satia Putra (7), bocah penderita obesitas ekstrem asal Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, yang meninggal dunia pada Sabtu (29/9/2019) malam sempat memiliki permintaan terakhir sebelum meninggal.

Satia meninggal sekira pukul 21.00 WIB sebelum sempat dibawa ke rumah sakit, danĀ  anak pasangan Sarli dengan Komariah itu mengeluh sakit dada dan sesak nafas.

“Sebelum meninggal anak saya lebih manja dan tidak mau jauh dari orang tua. Terakhir dia minta dibelikan mainan, katanya ini permintannya adalah permintaan terakhir,” kata Sarli.

Sarli juga membenarkan anaknya mengeluhkan sakit dada dan sesak nafas. Sarli mengaku akan membawa anaknya ke rumah sakit dengan menggunakan becak motor (cator) pinjaman dari tetangganya.

Ibu Satia, Komariah, menyebutkan, menjelang kepergiannya, Satia semakin manja kepada orang tuanya. Bahkan, dia berkali-kali minta dibelikan mainan.

“Kami sudah berapa kali membelikan mainan, tapi dia bilang belikan sekali lagi karena ini terakhir dia minta dibelikan mainan,” kata Komariah.

Satia sempat menjalani perawatan di rumah sakit RSUD Karawang. Akan tetapi ketika tim dokter menyarankan agar dilakukan operasi pemotongan usus, orang tuanya tidak setuju.

Ibunya mengaku tidak tega anaknya dibedah.Ā  Dia berpendapat, anaknya dalam kondisi sehat, sehingga tidak perlu dioperasi.

Akhirnya pihak rumah sakit memulangkan Satia setelah diketahui tidak ada gangguan dalam organ lain, kecuali obesitas.

“Waktu itu kami diberi obat penurun nafsu makan, tetapi nafsu makan Satia tetap tinggi,” kata Komariah, dikutip PR.

Advertisement