SURIAH – Turki memperkuat posisi militernya di perbatasan Suriah setelah AS memperingatkan akan ada tindakan jika Turki membasmi pasukan kurdi.
Presiden Trump kembali membela keputusannya itu pada Selasa (08/10), mengatakan bahwa para pasukan Kurdi tidak diabaikan seraya menyebut mereka “istimewa”.
Keputusannya yang kontroversial itu mendapat kecaman luas dari dalam dan luar negeri.
Turki menganggap milisi Kurdi, yang mendominasi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebagai teroris. Adapun penarikan mundur pasukan AS dianggap membuka jalan bagi serangan terhadap milisi Kurdi.
Kantor berita pemerintah Anadolu memperlihatkan gambar bus-bus yang membawa pasukan. Konvoi militer yang terdiri dari kendaraan lapis baja pengangkut pasukan dan tank terlihat bergerak menuju kota Akcakale, yang dekat dengan perbatasan Suriah, pada Selasa (8/10) malam.




