Majelis Nasional Turkistan Timur Minta Dukungan Indonesia untuk Masalah Uighur

Ilustrasi/ AP

JAKARTA – Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur Seyit Tumturk memperkirakan sekitar lima juta umat Muslim Uighur masih berada di kamp penampungan Xinjiang, China.

Menurutnya, data tersebut jauh lebih banyak dari yang diperkirakan PBB dan Parlemen Eropa yaitu sekitar satu juta Muslim di kamp penampungan.

Ia mengatakan selama tiga tahun program kamp penampungan tersebut berjalan, maka selama itu pula pemerintah China mengingkari dan tidak mengakui bahwa adanya kamp tersebut.

Namun, setelah adanya berita dan investigasi yang dilakukan PBB menggunakan satelit gambar barulah pemerintah China mengakui tetapi disebut sebagai kamp rehabilitasi dan pendidikan.

“Ini adalah suatu bukti bahwa kamp tersebut memang ada,” kata dia, di Jakarta, Kamis (28/11/2019), dilansir Antara.

Dia mengatakan sejauh ini Majelis Nasional Turkistan Timur telah melakukan sejumlah upaya menyikapi tragedi Muslim Uighur di Xinjiang, China. Salah satunya melalui kunjungan ke beberapa negara untuk berdiplomasi.

“Banyak kunjungan negara yang kita lakukan salah satunya Indonesia. Seperti dua hari yang lalu kunjungan ke MPR RI untuk menjelaskan hal ini termasuk pula dengan MUI,” katanya.

Ia menyakini sekitar 250 juta penduduk Indonesia akan mendukung penuh serta membantu mencarikan penyelesaian masalah umat manusia yang sedang terjadi di Xinjiang, China.

Upaya diplomasi ke berbagai negara tersebut semata-mata tidak hanya karena adanya tragedi Uighur. Namun, juga berlaku bagi seluruh bangsa di dunia apabila terjadi masalah kemanusiaan.

“Kejadian ini sedang menimpa Uighur, ke depan bisa saja dialami Asia bahkan negara lainnya,” katanya.

Advertisement