17 Tahun Terbaring di Tempat Tidur, Zaenudin dan Ibunya Harapkan Bantuan

Ilustrasi

GARUT –  Zaenudin (37) sudah 17 tahun tak bisa bangun dari tempat tidurnya  di rumahnya di Kampung Leuweungtiis, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut,  karena penyakit tulang di bagian punggung dan kelumpuhan pada bagian pinggang hingga kaki.

Warga Kampung Leuweungtiis, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut itu bahkan tak bisa ke kamar kecil untuk mandi dan buang kotoran. Semua keperluannya diurus oleh ibunya.

Posisi badan Zaenudin pun hanya bisa terkurap karena tulang bagian punggungnya menonjol ke luar.

Mulanya, tonjolan di bagian punggung pertama kali disadari Zaenudin pada 2002. Saat itu, tunjolannya masih kecil dan Zaenudin pun memeriksakan dirinya ke dokter di RSUD dr. Slamet Garut. Dokter menyebut Zaenudin menderita keropos tulang dan saraf terjepit.

Zaenudin kemudian disarankan untuk menjalani operasi tulang punggung di rumah sakit di Bandung karena fasilitas di RSUD dr. Slamet tak memadai.

“Harus ada biaya Rp 20 juta untuk operasi. Karena tak punya uang, jadi tidak bisa operasi. Saat itu belum ada BPJS Kesehatan,” kata Zaenudin, Kamis (28/11/2019), dilansir PR.

Kini, karena kondisinya juga semakin tidak memungkinkan untuk bepergian berobat, setiap tiga hari, ibunya, Amih (64) mengambil obat di puskesmas untuk mengobati kepala anaknya yang sakit.

Amih merawat Zaenudin seorang diri karena suaminya telah meninggal dunia.

Perempuan paruh baya itu tidak bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, anak dan ibu tersebut mengandalkan bantuan orang lain.

Bagi Anda yang tergerak menolong Zaenudin dapat menghubungi Zaenudin pada nomor telpon 081287367720.

 

 

Advertisement