Sepekan Dilanda Banjir, 13.874 Keluarga di Barito Utara Butuh Pertolongan

Warga menggunakan jasa perahu bermotor di kawasan perekonomian yang terendam banjir di Jalan Panglima Batur, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa (5/5/2020). (ANTARA/Kasriadi)

MUARA TEWEH – Sudah sepekan banjir akibat luapan air Sungai Barito dan anak-anak sungainya melanda wilayah Kabupaten Barito Utara di Kalimantan Tengah.

Sekitar 13.874 keluarga terdampak banjir yang tersebar di 74 desa dan kelurahan, apalagi dalam kondisi ramadan mereka sangat membutuhkan pertolongan.

Pada Selasa siang, (5/5/2020) tinggi air banjir di daerah dataran rendah di Muara Teweh, ibu kota Kabupaten Barito Utara, masih ada yang lebih dari satu meter.

Di Jalan Panglima Batur skala tinggi air berada di angka 1,2 meter dan di permukiman warga di kawasan Jalan Imam Bonjol tinggi air sampai 1,5 meter.

“Kita harapkan banjir mulai sore atau malam nanti mulai surut, karena wilayah hulu juga sudah surut, biasanya patokan warga terhadap banjir ini dari kawasan utara atau pedalaman Sungai Barito, kalau tidak hujan lagi maka diperkirakan akan surut,” kata Dadang, seorang warga Muara Teweh.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara Rizali Hadi mengatakan bahwa banjir meliputi delapan dari sembilan kecamatan di Barito Utara.

Banjir melanda wilayah kecamatan Lahei, Lahei Barat, Teweh Tengah, Teweh Baru, Teweh Selatan, dan Montallat di tepi Sungai Barito; Kecamatan Teweh Timur di pinggir Sungai Teweh; dan Kecamatan Gunung Timang yang ada di tepi Sungai Montallat.

“Semua desa di sepanjang Sungai Barito semuanya kena banjir, ditambah anak sungainya seperti Sungai Teweh dan Sungai Montallat sampai muaranya diterjang banjir,” kata Rizali seperti dikutip dari Antara.

Advertisement