BANDUNG – Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat mengatakan masih ada 54 desa berstatus kritis COVID-19 di Jabar.
Pihaknya kini fokus melokalisasi dan melacak kontak (contact tracing) pasien terkonfirmasi positif sebagai upaya untuk pengendalian persebaran virus Corona atau COVID-19.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Berli Hamdani mengatakan, penanganan berskala mikro tersebut dilakukan melalui isolasi intensif selama 14 hari.
Ke-54 desa tersebut, kata Berli, menjadi fokus Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar untuk melokalisasi pasien positif beserta kontak tracing-nya.
“Swab test akan dilakukan sebanyak dua kali. Tes pertama dilakukan pada hari pertama penanganan, dan tes selanjutnya dilakukan pada hari ke-14. Kami juga akan memobilisasi ambulans puskesmas keliling sebagai Mobile COVID-19 Test, mengoptimalkan layad rawat, MPUS, hingga mobile laboratorium BIN,” papar Berli di Bandung, Selasa (2/6/2020), dilansir Sindonews.
Selain pemeriksaan, penanganan COVID-19 berskala mikro di daerah rawan tersebut juga disertai dengan pemantauan kesehatan, sterilisasi rumah, fasilitas sosial, dan fasilitas umum, pengawasan orang masuk dan keluar di daerah tersebut, hingga pendirian dapur umum.





