Indonesia Tegaskan Netral dalam Ketegangan di Laut China Selatan

Ilustrasi. foto:Anadolu

JAKARTA – Indonesia menegaskan tidak akan terlibat pro salah satu negara antara  Amerika Serikat ataupun China menyusul ketegangan yang terjadi di Laut China Selatan.

Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan sesuai dengan aturan perundang-undangan dan konstitusi, Indonesia tidak akan terlibat dalam konflik tersebut.

“Yang jelas gini, kita tidak akan jadi proxy, proxy manapun. Kita tidak punya keterkaitan dengan pakta pertahanan dimanapun. Dengan siapapun. Gitu yah,” ujar Dahnil, pada Kamis.

Menurut Dahnil, jika Indonesia menjadi bagian dari salah satu pihak yang berkonflik maka wilayah tanah air akan menjadi medan pertempuran apabila terjadi perang terbuka.

“Kalau ada misalnya yang saya katakan, kan kita banyak hubungan ekonomi yang besar dengan China. Tidak ada masalah itu kemudian tidak membuat kita terikat dan mengikat sikap kita harus ikut China dan atau Amerika,” kata dia.

Dia menjelaskan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus mengikuti perkembangan yang terjadi di Laut China Selatan.

Bahkan, kata Dahnil, Prabowo terus melakukan komunikasi dengan menteri pertahanan negara-negara di kawasan.

Dahnil pun khawatir, konflik tersebut akan menyeret banyak negara yang merupakan bagian dari sekutu Amerika Serikat dan China.

Dilaporkan Anadolu, kondisi di Laut China Selatan memanas karena kedua pihak mengerahkan kapal perang.

Advertisement