Mayoritas Warga Israel Akui Negaranya Paling Rasis

NAZARET (KBK) – Mayoritas warga Israel mengakui negaranya telah menjadi negara paling rasis dibandingkan dengan situasi dua tahun lalu.

Data tersebut berdasarkan jajak pendapat yang dirilis oleh situs surat kabar Zionis Ma’arev, Senin (21/3/2016).

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Ravi Smith Institute ini menunjukkan bahwa sekitar 52% orang Israel berpendapat bahwa “Israel” telah berubah menjadi “negara paling rasis” dibandingkan dengan situasi dua tahun lalu. Sementara itu 67% orang Palestina di wilayah pendudukan sejak tahun 1948 menegaskan, “Israel telah berubah menjadi negara paling rasis”.

Berdasarkan jajak pendapat ini, orang-orang Israel meyakini bahwa huhungan rasisme ditujukan secara khusus terhadap Arab dengan prosentase 79%, terhadap peminta suaka 77% dan terhadap pendatang dari Ethiopia 75%.

Jajak pendapat ini juga menunjukkan bahwa 41% responden meyakini bahwa hubungan rasisme ditujukan terhadap Yahudi yang berasal dari negara-negara timur, 39% terhadap pendatang dari bekas Uni Soviet dan 20% meyakini bahwa orang-orang barat dari Askenaz mengalami rasisme dari orang-orang Israel. – Info Palestina

Advertisement