LUWU UTARA – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Pusdatinkom) Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan masyarakat di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) harusĀ waspada dengan ancaman pergerakan tanah jika terjadi bila curah hujan ekstrem.
Menurutnya potensi bencana itu telah dipetakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG).
Untuk kategori menengah pergerakan tanah berpotensi terjadi di wilayah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
“Pada kateogri tinggi dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal,” ujarnya.
Sejumlah kecamatan yang berada pada kategori potensi menengah yakni Angkona, Nuha, Baebunta dan Bone Bone, sedangkan pada menengah hingga tinggi teridentifikasi di Kecamatan Burau, Malili, Mangkutana, Tomoni. “Kemudian Towuti, Wasuponda, Limbong, Mappendeceng, Masamba, Rampi, Sabbang, Seko, Sukamaju dan Tanalili juga masuk kategori tinggi,” ujar dia.
Menurut PVMBG, lokasi terdampak banjir bandang lalu masih berpotensi terjadi gerakan tanah dan banjir bandang susulan. Menyikapi potensi bencana ini, dia meminta warga waspada dan siap siaga.





