JAKARTA – Juru bicara satuan tugas (Satgas) penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia terus naik dan sudah mencapai tiga kali lipat lebih besar dari yag ditetapkan WHO
“Hal yang menjadi tantangan adalah positivity rate atau tingkat positif. September positivity rate di Indonesia mencapai 16,11 persen atau tiga kali lebih besar dari standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu lima persen,” ungkap Wiku.
Angka tersebut, kata Wiku harus terus ditekan dengan cara tiga T yakni memperbanyak testing, treatment, dan juga tracing. Tidak lupa ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan.
Wiku menjelaskan, jika dibandingkan dengan dunia, Indonesia menduduki peringkat ke-137 dari 216 negara dengan jumlah kasus di atas 1.120 per satu juta penduduk.
“Artinya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, jumlah kasus di Indonesia masih lebih sedikit dari 78 negara lainnya di dunia,” katanya.
Sedangkan untuk jumlah kematian, Indonesia berada di peringkat 102 dari 216 negara dengan jumlah kematian di atas 41 per satu juta penduduk. Meskipun peringkat ini dinilai Wiku cukup baik, namun pemerintah terus berupaya keras untuk menekan angka kematian.
“Untuk kasus sembuh, Indonesia menduduki peringkat 19 dari 216 negara dengan total keseluruhan mencapai 232.593 orang. Kesembuhan ini harus terus kita tingkatkan. jangan berpuas diri dengan peringkat yang baik,” imbuhnya.





