Sebagian Warga Magelang Sekitar Gunung Merapi Mulai Mengungsi

Aktivitas vulkanik G. Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah meningkat lagi sejak Selasa (6/2) lalu. Masyarakat di sekitarnya harus waspada dan melakukan persiapan menghadapi kemungkinan situasi terburuk.

MAGELANG – Status aktivitas gunung berapi yang dinaikkan menjadi siaga membuat sebagian warga yang tinggal di beberapa desa di sekitar kawasan Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mulai mengungsi pada Jumat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan semalam ada kesepakatan dari aparat Desa Paten, Krinjing, dan Ngargomulyo di Kecamatan Dukun untuk mulai mengungsikan sebagian warga guna meminimalkan dampak jika Gunung Merapi meletus.

Ia menjelaskan bahwa konsep Desa Bersaudara dijalankan dalam pengungsian warga di desa-desa yang ada di sekitar Gunung Merapi.

Dalam hal ini desa-desa yang berada di kawasan rawan bencana Merapi dipersaudarakan dengan desa-desa penyangga, yang antara lain akan menjadi tempat warga desa di kawasan rawan bencana mengungsi.

Warga dari Desa Paten bisa mengungsi ke Desa Banyurojo di Kecamatan Mertoyudan, warga Desa Ngargomulyo bisa mengungsi ke Tamanagung di Kecamatan Muntilan, dan warga Desa Krinjing bisa mengungsi ke Desa Deyangan di Kecamatan Mertoyudan.

“Jadi mereka mengungsi bukan diungsikan, karena konsep Desa Bersaudara adalah pemberdayaan masyarakat, konsep manajemen pengungsian berbasis masyarakat itu berangkat dari pengalaman tahun 2010, sehingga dengan ini lebih tertata,” kata Edy, dikutip Antara.

Menurut Edy, pada Jumat ada 50 warga Dusun Trono, 50 warga Dusun Trayem, dan 60 warga Dusun Pugeran di Desa Krinjing yang mengungsi ke Desa Deyangan di Kecamatan Mertoyudan.

 

Advertisement